PSI Sebut Jokowi Tidak Mengetahui Prosesi Injak Kepala Kerbau Saat Menerima Gelar Adat di Lampung - .
RajaBackLink.com

PSI Sebut Jokowi Tidak Mengetahui Prosesi Injak Kepala Kerbau Saat Menerima Gelar Adat di Lampung

Jakarta – publiklampung.com, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mengetahui sebelumnya adanya prosesi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. Menurutnya, Jokowi hanya mengikuti seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya masyarakat setempat.

Bestari menjelaskan, kehadiran Jokowi di Lampung merupakan undangan dari para tokoh adat untuk menerima gelar Baginda Pemuka Rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh prosesi telah disiapkan oleh penyelenggara adat dan bukan atas permintaan Jokowi.

"Kehadiran Pak Jokowi ke Lampung untuk memenuhi undangan menerima penghargaan adat. Beliau datang sebagai tamu dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh adat," ujar Bestari Barus.

Menurut Bestari, Jokowi mengaku baru mengetahui adanya kepala kerbau ketika sudah berada di lokasi prosesi. Bahkan, mantan Presiden itu sempat mengungkapkan kekhawatirannya bahwa ritual tersebut akan menjadi perhatian publik.

"Beliau sempat mengatakan, 'Wah, saya tidak tahu kalau ada kepala kerbau.' Saat melihat prosesi itu, beliau juga bergumam, 'Waduh, nanti ramai ini'," kata Bestari menirukan pengakuan Jokowi.

Meski demikian, Jokowi tetap mengikuti arahan para tetua adat. Bestari menilai keputusan tersebut diambil semata-mata sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi masyarakat Lampung, bukan untuk tujuan lain ataupun sebagai simbol politik.

"Pak Jokowi tidak menolak karena menghormati ritual adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Beliau hanya mengikuti apa yang diarahkan oleh para tetua adat," jelas Bestari.

Prosesi menginjak kepala kerbau sebelumnya menuai berbagai tanggapan dari sejumlah pihak. Menanggapi hal itu, tokoh adat Lampung Pepadun, Mawardi Harirama, menegaskan bahwa ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi yang memiliki makna filosofis, yakni sebagai simbol menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti kesombongan, iri hati, dan ketamakan. Ia menekankan bahwa prosesi tersebut tidak memiliki kaitan dengan kepentingan politik.

Sementara itu, pernyataan PSI mengenai ketidaktahuan Jokowi terhadap prosesi tersebut mendapat tanggapan dari PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyatakan tidak percaya bahwa Jokowi sama sekali tidak mengetahui rangkaian acara adat tersebut dan menyebut penjelasan tersebut sebagai sesuatu yang sulit diterima.

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

0 comments:

Post a Comment