PRINGSEWU – Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk Fuso bermuatan pasir dan empat kendaraan lainnya terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, tepatnya di sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pelajar SMP meninggal dunia dan seorang remaja lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan diduga terjadi setelah truk Fuso mengalami gangguan saat melintasi jalan menurun dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Pringsewu. Truk tersebut kemudian kehilangan kendali dan menabrak kendaraan yang berada di depannya.
Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja bahkan terseret hingga puluhan meter dari titik awal tabrakan.
Dua pelajar yang meninggal dunia diketahui bernama Maher Zain (13), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, dan Rayhan Bintang (14), warga Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah.
Sementara itu, pengendara sepeda motor berinisial M Rayhan (14), yang juga merupakan pelajar SMP dan warga Kecamatan Kalirejo, mengalami luka berat. Ketiga remaja tersebut kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
Selain truk Fuso dan sepeda motor Yamaha Mio, kecelakaan tersebut melibatkan Toyota Innova, Mitsubishi Pajero, serta Honda PCX.
Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, dan pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), dilaporkan tidak mengalami luka. Adapun pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), mengalami luka ringan, sedangkan anaknya yang berusia 10 tahun selamat tanpa mengalami luka.
Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, membenarkan kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan tersebut. Ia mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menewaskan dua pelajar itu.
“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lima kendaraan di Jalan Raya Pekon Podosari, tepatnya di sekitar Jembatan Way Sekampung. Untuk penyebab pastinya masih kami selidiki,” ujar Adi mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra.
Usai kejadian, pengemudi truk Fuso dilaporkan meninggalkan lokasi kecelakaan. Namun, berdasarkan perkembangan penyelidikan, pengemudi bernama Nablan Subari (41) akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo, Lampung Tengah, pada Minggu sore. Petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Pringsewu kemudian menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan awal, pengemudi mengaku berusaha memperlambat laju truk saat melewati jalan menurun dengan mengerem dan memindahkan transmisi dari gigi tiga ke gigi dua. Namun, menurut pengakuannya, tuas persneling terlepas dari dudukannya sehingga truk meluncur tanpa terkendali.
Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan tersebut untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan dan mengumpulkan keterangan saksi.
Sejumlah kendaraan yang terlibat telah dievakuasi ke Kantor Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Pringsewu sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Polisi mengimbau pengemudi kendaraan, khususnya kendaraan berat, agar memastikan kondisi rem, transmisi, dan komponen penting lainnya dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan kendaraan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama ketika melintasi jalur menurun.


0 comments:
Post a Comment