publiklampung.com - Pilunya nasib siswi SMK swasta di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, berbadan dua setelah dihamili pacar yang masih sama-sama pelajar.
Bukannya bertanggungjawab, sang pacar justru memaksa siswi SMK tersebut meminum obat diduga penggugur janin.
Tak cukup sampai di situ, pacar dari siswi SMK ini menyebarkan video vulgar ke teman-temannya.
Peristiwa itu seolah membuat penderitaan siswi SMK ini tiada akhir gara-gara ulah pria yang sempat dia cintai. Akhirnya perkara itu berproses hukum dan sedang ditangani Polres Nganjuk.
Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi mengatakan, pihaknya menindaklanjuti kasus setelah ayah korban melapor ke kantor Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) setempat, beberapa hari lalu.
Penanganan kasus ini dilaksanakan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk. Sebab, korban dan pelaku sama-sama di bawah umur.
Pelaku merupakan siswa kelas 11, salah satu SMK negeri di Kabupaten Nganjuk. "Pemeriksaan saksi-saksi tengah dilakukan," katanya, Senin (13/4/2026) dikutip dari TribunJatim.com.
Ia menjelaskan, dugaan persetubuhan ini terungkap tatkala korban tak masuk sekolah selama sebulan. Mendapati hal itu, guru kelas lantas datang ke rumah korban untuk memastikan kondisinya.
"Korban akhirnya mengaku telah melakukan hubungan badan dengan terlapor ketika ditanya guru dan ibunya di rumah," jelas Fajar.
Korban mengaku sudah lima kali diajak pelaku berhubungan badan. Perbuatan ini dilakukan di kamar mandi rumahnya.
Akhirnya korban pun berbadan dua. Bukannya bertanggung jawab, pelaku justru memberi korban obat yang ditengarai penggugur kandungan.
Menurut informasi yang dihimpun, korban dipaksa meminum obat sampai tiga kali. Akibatnya, korban keguguran di sekolah.
"Berdasarkan keterangan orang tua korban, keluarga korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk meminta pertanggungjawaban," terangnya.
Sebenarnya, persoalan ini mau diselesaikan secara kekeluargaan. Kesepakatan ini muncul usai pelaku dan keluarganya meminta maaf.
Selain itu, pelaku dan keluarganya berjanji memberi bantuan biaya pengobatan ke korban. Namun, jalan tengah yang dipilih berubah menjadi pelaporan.
Keluarga korban berang, pelaku menyebarkan video korban saat berada di kamar mandi kepada kawan-kawannya. "Kasus ini terus didalami oleh penyidik," paparnya.(*)

0 comments:
Post a Comment