publiklampung.com - Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan rencana penanganan banjir yang kerap melanda Bandar Lampung, menyusul peristiwa banjir besar yang terjadi di hampir seluruh wilayah kota tersebut. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah melakukan perubahan alur sungai atau “membelokkan” aliran air guna mengurangi potensi luapan saat curah hujan tinggi.
Banjir yang terjadi sebelumnya dilaporkan melanda 16 dari total 20 kecamatan di Bandar Lampung. Selain merendam ratusan rumah warga, peristiwa tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Ketinggian air di sejumlah titik bahkan mencapai selutut hingga dada orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat serta menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Menanggapi kondisi tersebut, Eva Dwiana menegaskan bahwa pemerintah kota akan segera mencari solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah mengubah arah aliran sungai yang dinilai memiliki kapasitas besar, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan air yang masuk ke kawasan permukiman saat hujan deras. Upaya ini akan dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai pihak yang berwenang dalam pengelolaan sungai.
Selain penanganan aliran sungai, pemerintah kota juga berencana melakukan perbaikan terhadap rumah warga yang terdampak banjir, khususnya bangunan yang mengalami kerusakan parah. Beberapa rumah bahkan akan dibongkar dan dibangun kembali dengan penyesuaian ketinggian tanah agar lebih aman dari genangan air di masa mendatang.
Sementara itu, banjir yang melanda Bandar Lampung dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Kondisi ini menyebabkan sungai meluap dan air menggenangi berbagai kawasan permukiman. Pemerintah bersama tim gabungan pun telah melakukan evakuasi serta penanganan darurat bagi warga terdampak.
Ke depan, Pemkot Bandar Lampung berkomitmen untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana, baik melalui perbaikan infrastruktur drainase, normalisasi sungai, maupun kerja sama lintas instansi. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.

0 comments:
Post a Comment