JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menyiapkan reaktivasi sejumlah jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi di Pulau Sumatera. Proses pengaktifan kembali jalur tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan kajian terhadap trase atau jalur kereta api yang berpotensi diaktifkan kembali. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berada di Sumatera bagian utara, khususnya jalur Medan hingga Banda Aceh dan Besitang.
“Kita lagi studi sekarang. Studi sekarang itu saya sampaikan juga, yang paling gampang yang trasenya sudah ada itu kan dari Medan, Banda Aceh, itu kan ada trase lama, sampai Besitang, itu sekitar 400 kiloan. Itu paling feasible kita kerjakan,” ujar Bobby kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut Bobby, jalur yang telah memiliki trase lama dinilai lebih memungkinkan untuk direaktivasi karena infrastruktur dasarnya sudah pernah tersedia. KAI juga sedang mengidentifikasi sejumlah jalur lainnya di Sumatera, termasuk trase baru di Sumatera Barat.
Bobby mengatakan masih ada wilayah yang belum memiliki trase dan membutuhkan kajian lebih lanjut. Namun, ia memastikan sebagian proses reaktivasi jalur kereta di Sumatera akan mulai dilakukan pada tahun ini.
“Segera lah ya, sebagian kita mulai tahun ini,” kata Bobby.
KAI belum menghitung secara rinci total kebutuhan anggaran untuk seluruh program reaktivasi tersebut. Meski demikian, Bobby menyebut pemerintah telah menyediakan anggaran untuk mendukung pengaktifan kembali jalur kereta di wilayah Sumatera.
Rencana tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional. Kementerian Perhubungan menyebut pengembangan jaringan kereta api diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta mendukung efisiensi distribusi logistik.
Di Sumatera, pengembangan konektivitas kereta api juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. KAI mencatat penggunaan kereta api di sejumlah wilayah terus meningkat. Salah satunya KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang yang melayani 534.748 pelanggan sepanjang Januari-Juli 2026, naik 32,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Reaktivasi jalur-jalur lama di Sumatera diharapkan dapat memperluas akses transportasi berbasis rel sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan mobilitas masyarakat antarwilayah.

0 comments:
Post a Comment