Kenapa Milisi Houthi Serang Arab Saudi? Ini Latar Belakangnya - .

Kenapa Milisi Houthi Serang Arab Saudi? Ini Latar Belakangnya

RIYADH – Milisi Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan terhadap Arab Saudi menggunakan rudal dan drone. Serangan tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik yang kembali memanas setelah ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi meningkat sejak pertengahan 2026.

Pada Sabtu (19/9/2026), pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan mencegat rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke arah Riyadh. Koalisi yang dipimpin Saudi juga menyebut Houthi berupaya menyerang sejumlah fasilitas sipil dan infrastruktur di beberapa wilayah Saudi.

Houthi mengklaim serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi penting di Riyadh serta fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu. Kelompok yang didukung Iran itu menyatakan menggunakan kombinasi rudal jelajah, rudal balistik, dan drone dalam serangannya.

Berawal dari Perang Yaman

Konflik Houthi dan Arab Saudi tidak terlepas dari perang saudara di Yaman. Houthi menguasai ibu kota Sanaa pada 2014 dan kemudian berhadapan dengan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Saudi.

Arab Saudi melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Konflik tersebut berlangsung selama bertahun-tahun hingga tercapai gencatan senjata pada 2022 yang secara signifikan menurunkan intensitas pertempuran.

Namun, kesepakatan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian politik permanen. Ketegangan kembali meningkat pada 2026, terutama terkait blokade dan pembatasan terhadap wilayah yang dikuasai Houthi.

Kelompok Houthi menuntut agar Saudi menghentikan aktivitas militer dan dukungannya terhadap kelompok anti-Houthi di Yaman, sekaligus mengakhiri blokade terhadap wilayah yang berada di bawah kendali mereka. Institute for the Study of War menyebut tuntutan tersebut menjadi salah satu faktor di balik peningkatan serangan terhadap infrastruktur minyak Saudi.

Saling Balas Serangan

Eskalasi terbaru berlangsung setelah serangkaian serangan udara Saudi terhadap wilayah Yaman. Houthi sebelumnya mengeklaim Arab Saudi melancarkan puluhan serangan udara dalam waktu singkat.

Sebaliknya, Riyadh menyatakan serangan Houthi telah menyasar wilayah sipil dan infrastruktur penting. Pada September, serangan Houthi dilaporkan mengenai atau mengancam sejumlah wilayah di Arab Saudi, termasuk fasilitas energi.

Reuters melaporkan bahwa pesawat tempur Saudi menyerang wilayah Yaman, sementara Houthi meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah kota Saudi. Kondisi tersebut menunjukkan konflik telah kembali memasuki fase eskalasi terbuka.

Mengapa Saudi Menjadi Sasaran?

Arab Saudi menjadi sasaran karena Riyadh merupakan pendukung utama pemerintah Yaman yang berseberangan dengan Houthi. Selain itu, Saudi sebelumnya memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi di Yaman.

Posisi geografis juga membuat konflik ini memiliki dampak lebih luas. Houthi menguasai atau berupaya memperluas pengaruhnya di wilayah dekat Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

Penguasaan wilayah tersebut memberi Houthi kemampuan untuk memberikan tekanan terhadap jalur perdagangan dan energi regional. Kondisi ini juga menjadi perhatian karena Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia.

Iran dan Konflik Regional

Houthi dikenal sebagai kelompok yang mendapat dukungan dari Iran. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat konflik Yaman berkaitan dengan persaingan geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah.

Meski demikian, hubungan Houthi-Iran dan tingkat kendali Iran terhadap keputusan militer Houthi menjadi bagian dari perdebatan di kalangan analis. Yang jelas, meningkatnya serangan Houthi terhadap Saudi terjadi di tengah konflik regional yang lebih luas dan ketegangan antara Iran dengan sejumlah negara.

Amerika Serikat sendiri menyatakan tidak akan melakukan serangan ofensif langsung terhadap posisi Houthi di Yaman untuk membantu Arab Saudi. Washington sebelumnya memiliki kesepakatan gencatan senjata dengan Houthi yang membuat kelompok tersebut tidak menyerang kapal-kapal Amerika.

Dengan meningkatnya serangan rudal dan drone serta aksi balasan Saudi, konflik Yaman kini kembali menjadi salah satu titik rawan di kawasan Timur Tengah. Dampaknya tidak hanya menyangkut keamanan Saudi dan Yaman, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas jalur pelayaran dan pasokan energi global.

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

0 comments:

Post a Comment