Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penjualan mobil di Indonesia yang dinilai belum menunjukkan performa optimal dan mulai tertinggal dibandingkan Malaysia. Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengherankan mengingat jumlah penduduk Indonesia hampir lima kali lebih besar dibandingkan negara tetangga tersebut, namun angka penjualan kendaraan di kedua negara berada di kisaran 800 ribu unit per tahun.
Purbaya menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama melemahnya pasar otomotif nasional adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang periode 2015–2024 masih berada di bawah 5 persen, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat dan menekan permintaan kendaraan baru.
Meski demikian, pemerintah optimistis kondisi tersebut dapat diperbaiki melalui berbagai kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan iklim investasi. Purbaya menilai, apabila ekonomi tumbuh lebih cepat, pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga permintaan terhadap kendaraan bermotor juga berpotensi kembali naik. Ia juga menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada industri otomotif yang melakukan investasi dan memproduksi kendaraan di Indonesia.
Di sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil nasional pada 2025 mengalami penurunan. Penjualan wholesales tercatat turun 7,2 persen menjadi 803.687 unit, sementara penjualan ritel turun 6,3 persen menjadi 833.712 unit. Pemerintah berharap tren tersebut dapat berbalik seiring membaiknya kondisi ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor otomotif Indonesia.
About Publik Lampung

0 comments:
Post a Comment