81 Tahun Merdeka: Kemerdekaan Telah Diraih, Kapan Kebebasan Pers Benar-benar Terwujud ? - .

81 Tahun Merdeka: Kemerdekaan Telah Diraih, Kapan Kebebasan Pers Benar-benar Terwujud ?

Publik Lampung

Agus Setiyo, Pemimpin Redaksi publiklampung.com

Setiap tanggal 17 Agustus, ritual yang lazim setiap tahun kita lakukan yaitu berkumpul, mengibarkan Merah Putih, dan bersorak merayakan kemenangan bangsa ini melepaskan diri dari belenggu penjajahan. 

Kini, Indonesia genap berusia 81 tahun. Sebuah perjalanan panjang yang mengantar kita menjadi negara berdaulat, mengatur rumah tangga sendiri, dan menentukan nasib sendiri. 

Namun di tengah riuh perayaan itu, ada satu pertanyaan mendasar patut kita renungkan bersama: jika bangsa ini sudah merdeka secara politik dan wilayah, apakah kita juga sudah merdeka dalam hal kebebasan menyuarakan kebenaran?

Pers memegang peran yang sangat vital dalam kehidupan berbangsa. Ia adalah mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan suara yang menyampaikan apa yang terjadi di tengah masyarakat. 

Para pendiri bangsa pun meletakkan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi, agar kekuasaan tidak berjalan sendirian, agar keadilan tetap terjaga, dan agar rakyat selalu mendapatkan informasi yang sejati. Pers adalah jembatan antara pemerintah dan rakyat, serta penjaga gawang bagi hak publik untuk tahu.

Namun jika kita menengok realitas hari ini, masih ada celah yang membuat kita ragu. Laporan berbagai lembaga pemantau kebebasan pers kerap mencatat adanya tekanan, ancaman, hingga hambatan bagi jurnalis saat meliput fakta. Ada narasi yang seolah diredam, ada informasi yang tertutup aksesnya, dan ada peliputan yang berujung pada intimidasi. Padahal, pers yang merdeka bukanlah musuh kekuasaan, melainkan mitra yang menjaga agar kekuasaan tetap berjalan di jalur yang benar. Pers yang merdeka justru menjamin demokrasi berjalan sehat dan keadilan menyentuh semua lapisan masyarakat.

Di usia ke-81 ini, merdeka tidak boleh hanya dimaknai bebas dari penjajahan asing. Merdeka seharusnya juga berarti bebas berbicara tanpa rasa takut, bebas menyampaikan fakta tanpa tekanan, dan bebas mendapatkan informasi yang utuh dan jujur. Jika suara pers masih dibatasi, maka kemerdekaan yang kita rayakan belumlah sempurna. Masih ada rantai yang harus diputus, masih ada ruang yang harus dibuka lebar-lebar.

Maka, mari jadikan momen ulang tahun ke-81 ini bukan sekadar pesta perayaan, melainkan titik tolak perbaikan. 

Mari kita berjanji untuk terus menjaga dan memperjuangkan kebebasan pers yang sejati, yang profesional, bertanggung jawab, dan terbebas dari segala bentuk intervensi. Karena ketika pers benar-benar merdeka, saat itulah kita bisa berkata dengan lantang: 'Indonesia Telah Merdeka Sepenuhnya'.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Semoga kemerdekaan ini utuh, nyata, dan terasa oleh segenap anak bangsa. 

Hidup Kebebasan Pers, Merdeka!!! (*)

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

2 comments:

  1. Tulisan yang sangat inspiratif dan penuh makna. Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kebebasan menyampaikan kebenaran dan memperoleh informasi yang jujur. Semoga kebebasan pers di Indonesia semakin terjamin demi demokrasi yang sehat. Sukses selalu untuk penulis! 🇮🇩👏

    ReplyDelete