Mesuji – publiklampung.com, Puluhan umat Hindu Bali di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, menggelar doa bersama di lokasi penyembelihan seekor tapir yang sempat menghebohkan publik. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesalan, permohonan maaf kepada Tuhan, sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian satwa liar yang dilindungi.
Doa bersama digelar pada Selasa (7/7/2026) dan terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar tiga menit yang kemudian beredar di media sosial. Dalam video tersebut, puluhan warga dipimpin Made Kastiawan tampak memanjatkan doa di lokasi penyembelihan tapir yang masih dipasangi garis polisi.
Made Kastiawan mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk permohonan maaf atas peristiwa pembunuhan satwa dilindungi yang dilakukan oleh sejumlah warga beberapa waktu lalu.
"Kami memohon maaf kepada Tuhan atas kesalahan yang dilakukan saudara-saudara kami sehingga mengakibatkan berkurangnya hewan langka tapir ini," ujar Made.
Selain sebagai bentuk penyesalan, Made menjelaskan doa bersama juga bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga satwa liar yang dilindungi. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang karena selain mengancam kelestarian satwa, pelakunya juga dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan hewan langka yang dilindungi. Jangan sampai ada lagi perbuatan yang membuat populasinya berkurang dan berujung pada ancaman pidana," katanya.
Made mengaku prihatin sekaligus malu atas peristiwa tersebut. Meski pelaku merupakan bagian dari masyarakat sekitar, ia menegaskan tindakan membunuh satwa yang dilindungi tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
"Kami malu, tentunya kami malu. Tetapi bagaimanapun dia tetap saudara kami. Namun perbuatan itu tidak bisa dibenarkan," tegasnya.
Ia berharap kasus penyembelihan tapir menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian satwa liar yang kini menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat dan berkurangnya sumber pakan.
"Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih memperhatikan satwa-satwa langka yang semakin kehilangan tempat hidup dan sumber makanannya," tuturnya.
Sebelumnya, seekor tapir yang sempat viral setelah terlihat berkeliaran di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, ditemukan telah dibunuh oleh sejumlah warga. Polisi telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, sebagian daging tapir sempat dibagikan kepada warga dan diolah menjadi masakan sebelum akhirnya kasus itu terungkap. Para pelaku kini menjalani proses hukum atas dugaan pelanggaran terhadap ketentuan perlindungan satwa liar yang dilindungi.


0 comments:
Post a Comment