WHO Khawatir Krisis Kesehatan Gaza Makin Memburuk Jelang Musim Dingin - .

WHO Khawatir Krisis Kesehatan Gaza Makin Memburuk Jelang Musim Dingin

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan krisis kesehatan di Jalur Gaza berpotensi semakin memburuk menjelang musim dingin. Penundaan berulang dalam pengiriman obat-obatan, prostesis, dan perlengkapan medis dinilai dapat berdampak serius terhadap warga yang membutuhkan perawatan.

Perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, Reinhilde Van De Weerdt, mengatakan kebutuhan kemanusiaan dan kesehatan di Gaza akan meningkat seiring datangnya musim dingin. Ia mendesak agar akses bantuan medis dipermudah dan pasokan dapat masuk dalam jumlah besar tanpa hambatan maupun penundaan.

“Truk yang membawa pasokan yang tidak diprioritaskan, atau pasokan penting yang tiba terlambat, tidak membantu menyelamatkan nyawa,” kata Van De Weerdt dalam keterangan kepada wartawan di Jenewa melalui sambungan video dari Yerusalem Timur, 3 Oktober 2026.

WHO juga meminta otoritas Israel melonggarkan pembatasan terhadap masuknya perlengkapan medis ke Gaza. Menurut Van De Weerdt, pengiriman prostesis dan alat bantu telah ditolak masuk sebanyak empat kali dalam enam bulan terakhir.

Sementara itu, pengiriman obat-obatan disebut relatif lebih lancar. Sekitar 87 persen obat-obatan yang diajukan telah disetujui untuk masuk, sedangkan sedikit lebih dari 1 persen ditolak. WHO menilai mekanisme bantuan perlu diperbaiki agar pasokan kesehatan dapat bergerak lebih cepat melalui sejumlah titik penyeberangan.

Kekhawatiran semakin besar karena sekitar dua juta warga Gaza disebut tidak memiliki tempat berlindung yang memadai untuk menghadapi cuaca dingin dan risiko banjir. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk persoalan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di tempat pengungsian dengan fasilitas terbatas.

Kerusakan laboratorium kesehatan masyarakat juga membuat pemantauan dan pelacakan potensi wabah penyakit menjadi lebih sulit. WHO memperingatkan risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah meningkat akibat keterbatasan tempat berlindung yang aman, akses air bersih, serta penyebaran hewan pengerat pembawa penyakit.

Dalam pernyataan sebelumnya, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyebut sistem kesehatan Gaza masih berada dalam tekanan ekstrem. WHO mencatat hanya sebagian rumah sakit yang masih berfungsi dan pasokan obat, peralatan medis serta bahan bakar masih sangat terbatas. Sekitar 1,7 juta orang masih mengungsi dalam kondisi padat dengan akses air dan sanitasi yang tidak memadai.

WHO kembali menyerukan agar akses kemanusiaan ke Gaza dibuka secara cepat, berkelanjutan, dan tanpa hambatan sehingga bantuan medis serta kebutuhan dasar dapat menjangkau warga sebelum kondisi cuaca semakin buruk.

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

0 comments:

Post a Comment