SINGAPURA – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong akan menyumbangkan seluruh kenaikan gajinya untuk kegiatan amal selama lima tahun. Keputusan itu disampaikan setelah pemerintah Singapura menaikkan gaji para pejabat politik untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.
Berdasarkan skema remunerasi baru, gaji tahunan acuan Perdana Menteri Singapura meningkat dari 2,2 juta dolar Singapura menjadi 3,6 juta dolar Singapura. Kenaikan tersebut setara sekitar 1,4 juta dolar Singapura atau kurang lebih Rp19,5 miliar per tahun.
Dengan demikian, jika disumbangkan selama lima tahun, nilai kenaikan gaji yang diberikan Lawrence Wong untuk kegiatan amal mencapai sekitar Rp97,5 miliar. Namun, angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan nilai tukar saat ini dan dapat berubah mengikuti kurs.
Wong mengatakan keputusan menyumbangkan kenaikan gajinya merupakan bentuk komitmen terhadap masyarakat. Ia menyadari persoalan gaji pejabat politik merupakan isu yang sensitif karena nilainya jauh lebih besar dibandingkan pendapatan sebagian besar masyarakat Singapura.
“Jumlahnya lebih besar dari yang diperoleh sebagian besar warga, jadi saya memahami mengapa warga Singapura mencermatinya dengan saksama,” ujar Wong dalam pidatonya di parlemen.
Kenaikan tersebut merupakan bagian dari revisi kerangka gaji pejabat politik Singapura. Untuk menteri tingkat terendah, gaji tahunan acuan naik dari 1,1 juta dolar Singapura menjadi 1,8 juta dolar Singapura.
Meski demikian, para pejabat tidak langsung menerima gaji sesuai angka acuan baru. Mulai 15 Oktober 2026, mereka akan mendapatkan penyesuaian satu kali hingga 9 persen. Besaran akhirnya akan mempertimbangkan kinerja dan tanggung jawab masing-masing pejabat.
Wong memperkirakan sebagian besar menteri tingkat junior akan menerima sekitar 1,35 juta dolar Singapura per tahun pada akhir masa pemerintahan saat ini. Pejabat dengan kinerja lebih baik dapat memperoleh penghasilan lebih tinggi.
Pertama Kali Naik dalam 15 Tahun
Kenaikan gaji tersebut menjadi perhatian karena gaji pejabat politik Singapura sudah tidak mengalami kenaikan selama sekitar 15 tahun. Pemerintah beralasan penyesuaian diperlukan untuk menjaga daya saing remunerasi dengan sektor swasta serta menarik orang-orang berkompetensi tinggi untuk masuk pemerintahan.
Pemerintah Singapura juga menggunakan pendapatan kelompok 1.000 orang berpenghasilan tertinggi di negara tersebut sebagai salah satu acuan dalam menentukan remunerasi pejabat politik.
Sebelumnya, gaji menteri dan pejabat politik Singapura mengalami pemotongan pada 2012 setelah muncul ketidakpuasan publik. Pada 2017, pemerintah kembali melakukan kajian, tetapi rekomendasi kenaikan gaji saat itu tidak diterapkan.
Wong mengakui bahwa keputusan menaikkan gaji pejabat politik merupakan hal yang sulit secara politik. Namun, menurutnya, pemerintah harus memastikan Singapura tetap mampu mendapatkan pemimpin berkualitas untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kebijakan remunerasi baru ini selanjutnya akan dibahas di parlemen Singapura. Di tengah kenaikan tersebut, keputusan Wong untuk menyumbangkan tambahan penghasilannya selama lima tahun menjadi perhatian publik.

0 comments:
Post a Comment