TEHERAN - Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa konflik dapat meluas hingga Samudra Hindia jika Washington kembali melancarkan operasi militer terhadap Teheran. Ancaman tersebut disampaikan pejabat senior Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Deputi Urusan Politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ali Mohammadi, memperingatkan bahwa kapal-kapal militer AS yang berada di kawasan Samudra Hindia dapat menjadi sasaran apabila Washington memulai perang baru terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan kembali pecahnya konflik terbuka.
Peringatan itu muncul setelah sebelumnya penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, mengatakan bahwa medan konflik berpotensi meluas dari Teluk Persia dan Selat Hormuz menuju Laut Merah hingga Samudra Hindia apabila AS kembali melakukan serangan.
Safavi mengatakan militer Iran telah mempersiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk jika terjadi serangan lanjutan terhadap fasilitas atau kepentingan Iran. Menurutnya, perluasan wilayah konflik menjadi salah satu kemungkinan apabila eskalasi kembali terjadi.
Ketegangan tersebut berkaitan erat dengan posisi strategis Selat Hormuz. Jalur perairan itu merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan energi dunia dan telah menjadi titik utama perselisihan antara Iran dan AS dalam konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Iran sebelumnya juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat berdampak lebih luas terhadap jalur pelayaran internasional. Reuters melaporkan pada 22 September bahwa seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu sekitar satu pekan apabila AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran. Pada akhir Agustus, Trump mengatakan AS siap memberikan respons keras setelah terjadi kembali bentrokan antara kedua pihak. Saat itu, AS juga disebut membantu sejumlah kapal melewati Selat Hormuz.
Perkembangan tersebut membuat ancaman perluasan konflik ke wilayah Samudra Hindia menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan internasional. Namun, pernyataan mengenai kapal AS sebagai target merupakan ancaman dari pejabat Iran dan belum berarti serangan telah terjadi di kawasan tersebut.

0 comments:
Post a Comment