BOGOR – Honda CB150R keluaran 2013 tampil dalam wujud berbeda setelah mendapat sentuhan modifikasi dari bengkel Mr Kuztom di Lido, Bogor. Motor naked bike tersebut dirombak secara menyeluruh menjadi motor bergaya adventure touring dan diberi nama Pangrango.
Pangrango dibangun dengan mengubah sejumlah bagian utama, terutama sektor kaki-kaki dan bodi. Postur motor dibuat lebih tinggi, sementara rangka bagian belakang disesuaikan untuk menjaga proporsi keseluruhan.
Pemilik Mr Kuztom, Momo, mengatakan nama Pangrango terinspirasi dari kebiasaan sejumlah produsen sepeda motor dunia yang menggunakan nama gunung untuk produk bertema petualangan.
“Rata-rata kan kalau di luar-luar itu mengambil nama-nama gunung biasanya kan. Ya sudah, Pangrango saja,” ujar Momo, Rabu (2/9/2026).
Dari sisi desain, Pangrango menggabungkan inspirasi dari dua model Honda. Bagian depan mengambil karakter Honda Africa Twin, sedangkan bagian buritan terinspirasi dari Honda AX-1.
“Kemarin kita sempat desain, ada beberapa nyomot sana nyomot sini, di-mix. Untuk bagian depan itu dibuat desain kayak Africa Twin, terus untuk buntutnya ambil dari Honda AX-1,” kata Momo.
Untuk memperkuat identitas Honda, motor tersebut menggunakan kombinasi warna putih, biru, dan merah. Hampir seluruh bodi dibuat ulang menggunakan material pelat secara manual, sementara tangki bahan bakar asli Honda CB150R tetap dipertahankan.
Kaki-Kaki Dibuat Lebih Tinggi
Perubahan paling signifikan terdapat pada sektor kaki-kaki. Suspensi depan menggunakan komponen Kawasaki Z250 yang telah dimodifikasi sehingga membuat tinggi motor bertambah sekitar 6 sentimeter.
Sementara di bagian belakang, Mr Kuztom memasang suspensi aftermarket dengan perubahan pada sistem prolink. Lengan ayun juga menggunakan komponen variasi berbahan besi.
Bagian roda turut diubah. Pelek racing palang dikonversi menjadi model jari-jari berlubang dengan ukuran ring 19 inci di depan dan 17 inci di belakang.
“Karena kalau beli mahal, akhirnya buat,” ujar Momo saat menjelaskan pembuatan pelek tersebut.
Pelek kemudian dipadukan dengan ban dual-purpose Shinko dan tromol Yamaha WR 155. Kombinasi tersebut membuat tampilan Pangrango semakin mendekati karakter motor petualang.
Tidak hanya bodi dan kaki-kaki, sistem knalpot juga dibuat secara custom. Pipa hingga silincer dikerjakan sendiri dan diarahkan ke atas untuk menghadirkan nuansa adventure klasik.
Berbagai detail seperti cover cakram depan, pelindung suspensi hingga rak belakang juga dibuat menggunakan pelat. Menurut Momo, penggunaan pelat memang membutuhkan pengerjaan lebih rumit dibandingkan material fiber karena setiap komponen harus dibuat secara manual.
“Kekurangannya pelat itu enggak bisa buat kopian, enggak kayak fiber. Kalau mengejar uang, karena kita mengejar karya, ya sudah pakai pelat,” katanya.
Proyek Pangrango tersebut dikerjakan sebagai eksperimen untuk kebutuhan kontes. Proses pengerjaannya berlangsung sekitar satu tahun dengan kepercayaan penuh dari pemilik motor dan tanpa batasan anggaran yang terlalu ketat.
Hasil akhirnya membuat Honda CB150R 2013 berubah menjadi motor adventure touring dengan karakter yang jauh berbeda dari versi standar, sekaligus menjadi salah satu karya modifikasi yang menunjukkan ciri khas pengerjaan manual Mr Kuztom.

0 comments:
Post a Comment