NINH BINH – Lebih dari 500 mahasiswa dan anggota organisasi kepemudaan mengikuti lokakarya yang membahas pentingnya perawatan kesehatan secara proaktif bagi generasi muda di Provinsi Ninh Binh, Vietnam, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan Pusat Komunikasi dan Pendidikan Kesehatan Kementerian Kesehatan Vietnam bersama Asosiasi Bir, Anggur, dan Minuman Vietnam (VBA) serta Universitas Hoa Lu. Lokakarya bertujuan meningkatkan pengetahuan generasi muda mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini.
Sejumlah materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental, cara membaca label produk makanan dan minuman, hingga pencegahan dampak buruk penyalahgunaan alkohol.
Direktur Pusat Komunikasi dan Pendidikan Kesehatan, Vu Manh Cuong, mengatakan diperlukan perubahan pola pikir dari yang berorientasi pada diagnosis dan pengobatan penyakit menjadi upaya pencegahan serta pemeliharaan kesehatan secara aktif.
Menurutnya, masa muda merupakan periode penting karena berbagai kebiasaan yang terbentuk pada usia tersebut dapat terbawa hingga dewasa. Tekanan akademik dan pekerjaan, kebiasaan begadang, pola makan tidak teratur, kurang berolahraga, serta paparan informasi kesehatan yang tidak terverifikasi di media sosial menjadi sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.
“Kaum muda perlu secara proaktif membekali diri dengan pengetahuan, mengenali tanda-tanda awal kelainan, menyesuaikan gaya hidup mereka, dan mencari dukungan medis bila diperlukan,” demikian pesan yang disampaikan dalam lokakarya tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Ahli Gizi Vietnam sekaligus Kepala Departemen Gizi Rumah Sakit Umum Tam Anh, Dr Nghiem Nguyet Thu, menekankan pentingnya pola makan yang cukup, seimbang, beragam, dan aman.
Ia menyarankan porsi makanan terdiri dari sekitar setengah sayuran dan buah-buahan, seperempat biji-bijian serta sayuran berumbi, dan seperempat sumber protein. Remaja juga dianjurkan mengonsumsi sedikitnya 400 gram sayuran dan buah setiap hari serta membatasi konsumsi gula dan garam.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga menjadi perhatian. Generasi muda dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit, ditambah latihan kekuatan sedikitnya dua hari dalam sepekan.
Peserta juga mendapat edukasi mengenai cara membaca label makanan dan minuman, termasuk memperhatikan kandungan energi, gula, lemak jenuh, natrium, ukuran porsi, tanggal kedaluwarsa, serta asal produk.
Dalam kegiatan tersebut, peserta turut mendapat pemahaman mengenai konsumsi alkohol secara bertanggung jawab. Prinsip yang ditekankan antara lain larangan menjual alkohol kepada orang berusia di bawah 18 tahun, ibu hamil tidak mengonsumsi alkohol, menghindari penyalahgunaan alkohol, serta tidak mengemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Melalui lokakarya ini, penyelenggara berharap pengetahuan kesehatan yang diperoleh generasi muda tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun gaya hidup sehat dan mencegah berbagai risiko kesehatan sejak usia muda.

0 comments:
Post a Comment