Konflik Suriah-Israel Kembali Memanas, AS Turun Tangan Lagi - .

Konflik Suriah-Israel Kembali Memanas, AS Turun Tangan Lagi

Jakarta – Ketegangan antara Suriah dan Israel kembali meningkat setelah serangkaian serangan Israel di wilayah Suriah. Kondisi tersebut mendorong Amerika Serikat (AS) kembali mengambil peran diplomatik dengan memediasi pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara di Yordania pada Minggu (23/8/2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai upaya meredakan ketegangan sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas. Pembicaraan berlangsung setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di wilayah Suriah dalam beberapa hari terakhir.

Salah satu serangan yang menjadi pemicu ketegangan adalah serangan terhadap pangkalan udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah. Israel dilaporkan menyerang landasan dan hanggar pangkalan tersebut. Situasi kemudian semakin sensitif karena adanya kekhawatiran mengenai meningkatnya pengaruh Turki di Suriah.

Selain serangan tersebut, Israel juga melancarkan serangan drone di wilayah selatan Suriah pada 22 Agustus. Israel menyebut serangan itu ditujukan terhadap seseorang yang dianggap sebagai ancaman terhadap tentaranya. Pemerintah Suriah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan serangan mengenai kendaraan sipil serta menyebabkan korban luka.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan pemerintahnya tetap membuka peluang untuk melanjutkan perundingan keamanan dengan Israel. Namun, ia mengakui bahwa kepercayaan antara kedua pihak saat ini masih sangat rendah.

Shaibani berharap Israel memanfaatkan jalur diplomasi untuk menghentikan ketegangan. Menurutnya, perundingan keamanan yang sebelumnya terhenti dapat kembali dilanjutkan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan di perbatasan kedua negara.

“Kami berharap negosiasi dapat dilanjutkan dalam waktu dekat sehingga proses ini dapat diselesaikan,” ujar Shaibani.

Dalam pertemuan di Yordania, pihak Suriah dan Israel membahas sejumlah langkah untuk menurunkan eskalasi. Salah satu tujuan utama pembicaraan adalah menghentikan aktivitas militer Israel di wilayah Suriah serta menghidupkan kembali perundingan keamanan yang sebelumnya terhenti.

Suriah juga menginginkan Israel menarik pasukannya ke posisi sebelum Desember 2024 dan mengembalikan penerapan Perjanjian Pemisahan Pasukan 1974. Perjanjian tersebut selama puluhan tahun menjadi salah satu dasar pengaturan keamanan antara kedua pihak.

Di sisi lain, Israel tetap menyatakan bahwa tindakan militernya berkaitan dengan kepentingan keamanan. Ketegangan juga dipengaruhi persoalan wilayah, termasuk Dataran Tinggi Golan, yang dikuasai Israel dan masih diklaim Suriah.

AS kini berupaya mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan. Washington menilai jalur diplomasi penting untuk mencegah ketegangan Suriah-Israel meluas dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Keterlibatan AS tersebut menjadi perhatian karena Washington memiliki hubungan erat dengan Israel, sementara pemerintahan Suriah pasca-Bashar al-Assad juga tengah membangun hubungan baru dengan Amerika Serikat.

Dengan meningkatnya serangan dan belum pulihnya kepercayaan antara Damascus dan Tel Aviv, situasi di Suriah masih rawan mengalami eskalasi. Peran AS dalam mendorong dialog diharapkan dapat membuka kembali jalur diplomasi dan mencegah konflik yang lebih besar.

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

0 comments:

Post a Comment