BANDAR LAMPUNG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) provinsi Lampung menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-IV Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan pengusaha agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan hingga global.
Kegiatan berlangsung di Graha Surya, Jl. St. Djamil No. 1, Gd. Meneng, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Kamis (27/8) dihadiri langsung Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M, Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Nita Yudi, MBA, Ketua Komite Tetap (Komtap) Organisasi dan Keanggotaan DPP IWAPI, Dra. Ramlah Alyafie, serta pengurus DPC IWAPI kabupaten/kota se-provinsi Lampung.
Ketua panitia Rakerda ke-IV DPD IWAPI provinsi Lampung, Dra. Syarifah, M.H, mengatakan Rakerda kali ini bertujuan untuk mengevaluasi perjalanan IWAPI Lampung, merancang program kerja yang lebih kuat dan memperkuat komitmen sebagai wanita pengusaha penggerak ekonomi daerah.
"Rakerda DPD IWAPI ini sangat penting sebagai ajang membahas permasalahan, issue dan program kerja baik di DPD maupun DPC se-provinsi Lampung untuk mengevaluasi perjalanan IWAPI Lampung, merancang program kerja yang lebih kuat dan memperkuat komitmen sebagai wanita pengusaha penggerak ekonomi daerah,"katanya.
Ketua Umum DPD IWAPI Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., MM mengatakan, Rakerda ini menjadi wadah menyusun program kerja organisasi yang selaras dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini. IWAPI terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya agar mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.
"Program yang sedang kita jalankan merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kualitas para pelaku usaha agar semakin berkembang dan memiliki daya saing," katanya.
Lebih lanjut, wanita yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Rektor Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) dan Koordinator Global Surya Islamic School (GSIS), pembinaan UMKM kedepan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis berusaha, tetapi juga penguatan permodalan UMKM binaan DPD IWAPI Provinsi Lampung.
"Hari ini kita menandatangani MoU dengan bank Lampung yang di saksikan langsung oleh Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M dan Ketua Umum DPP IWAPI, Ibu Ir. Nita Yudi, MBA, dimana salah satu poin kerjasama tersebut adalah pada tahun 2027, UMKM binaan DPD IWAPI Provinsi Lampung akan di permudah mendapatkan pinjaman modal melalui program KUR dari Bank Lampung mulai tahun 2027, bunga sebesar 0% khusus UMKM binaan IWAPI," ujar Bunda Reny, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA menilai provinsi Lampung memiliki potensi besar melahirkan lebih banyak wanita pengusaha sukses. Selain kaya akan sumber daya alam, daerah ini juga memiliki beragam produk unggulan seperti kain tapis, kuliner, serta berbagai produk kerajinan yang banyak dihasilkan oleh pelaku UMKM wanita.
Nita Yudi mengapresiasi produk-produk UMKM yang dipamerkan dalam Rakerda ke-IV DPD IWAPI Provinsi Lampung dan berharap seluruh produk tersebut terus dipromosikan melalui berbagai pameran maupun showroom sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Yang terpenting bukan hanya dikenal secara nasional, tetapi bagaimana produk-produk tersebut benar-benar berkembang dan memberikan manfaat bagi para pelaku usahanya," ujarnya.
Nita Yudi, menjelaskan, IWAPI yang telah berdiri 51 tahun kini memiliki kepengurusan di 38 provinsi dan 259 kabupaten/kota. Organisasi tersebut juga telah memiliki perwakilan di Malaysia serta terus memperluas jejaring ke Singapura, Korea Selatan, Australia, dan sejumlah negara lainnya.
"90 persen anggota IWAPI merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sedangkan sisanya merupakan perusahaan berskala besar yang bergerak di sektor kosmetik, makanan, fesyen, hingga berbagai bidang industri lainnya,"ujarnya.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M dalam sambutannya saat membuka Rakerda ke-IV IWAPI Lampung mengatakan Gubernur Mirza mengatakan wanita memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, semakin banyak perempuan yang dipercaya menduduki posisi-posisi strategis, baik di pemerintahan maupun dunia usaha.
“Mereka tidak ada yang dipilih karena mereka wanita, tetapi mereka dipilih karena kompetensi, kapabilitas, kerja keras, ulet, dan benar-benar sungguh-sungguh bekerja,” ujar Mirza.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, ruang bagi para wanita untuk berkembang melalui dunia usaha perlu terus diperkuat. Besarnya produksi pangan daerah perlu diikuti dengan kemampuan mengolah hasil produksi menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
“Yang punya kemampuan mengolah ini adalah pengusaha. Maka posisi IWAPI sangat kuat sebagai tempat berkumpulnya para pengusaha wanita,”pungkasnya.
Rakerda Rakerda Ke-IV DPD IWAPI Lampung kali ini juga hadiri oleh Dewan Pembina DPD IWAPI Lampung, perwakilan Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Kepala Dinas dan Badan provinsi Lampung, Kadinda provinsi Lampung serta perwakilan organisasi wanita se- provinsi Lampung.(rls/*).

0 comments:
Post a Comment