Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan Lebih dari 20 Orang - .

Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan Lebih dari 20 Orang

SEOUL – Gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan menimbulkan dampak serius. Hingga 5 Agustus 2026, sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas.

Jumlah tersebut tercatat selama periode gelombang panas tahun ini dan telah melampaui angka kematian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain korban jiwa, lebih dari 2.400 orang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu ekstrem.

Kasus yang terjadi didominasi oleh kelelahan akibat panas. Selain itu, terdapat warga yang mengalami serangan panas, kram panas hingga kehilangan kesadaran.

Sebagian besar korban mengalami gangguan kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan, termasuk di area pertanian maupun pinggir jalan. Namun, kasus serupa juga terjadi di dalam ruangan.

Salah satu kondisi yang memperparah situasi adalah suhu udara yang mencapai level ekstrem di sejumlah wilayah. Kota Yangsan di bagian tenggara Korea Selatan bahkan mencatat suhu hingga 42,5 derajat Celsius pada Minggu (3/8/2026), menjadi suhu tertinggi dalam 122 tahun catatan pengamatan cuaca di wilayah tersebut.

Sementara itu, suhu di Seoul juga berada pada level sangat tinggi. Suhu ibu kota Korea Selatan diperkirakan mencapai 39 derajat Celsius.

Pemerintah Korea Selatan meningkatkan penanganan terhadap dampak gelombang panas. Presiden Lee Jae-myung meminta jajaran pemerintah dan pemerintah daerah melakukan langkah maksimal untuk melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan dan pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.

Selain mengantisipasi dampak terhadap kesehatan masyarakat, pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan listrik karena tingginya kebutuhan penggunaan pendingin ruangan.

Gelombang panas turut berdampak pada sektor peternakan dan perikanan. Laporan hingga awal Agustus mencatat ratusan ribu hewan ternak dan ikan budidaya mati akibat suhu ekstrem.

Kondisi tersebut membuat pemerintah Korea Selatan meningkatkan status penanganan bencana serta memperkuat pemantauan di berbagai daerah. Para ahli juga mengingatkan bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem.

Data terbaru menunjukkan bahwa gelombang panas tidak hanya menjadi persoalan cuaca, tetapi juga telah memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, infrastruktur energi serta sektor pangan Korea Selatan.

Share on Google Plus

About Publik Lampung

PT.Tricitra Media Coorporate provides one stop automated solution for your Technology. Depending on the size and field of your organization, we have different products and services to meet your requirements. We provide the optimum and customized solutions made for your organization.

0 comments:

Post a Comment