publiklampung.com -- Provinsi Lampung kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan terbaru, sebanyak 69 persen dapur gizi operasional di wilayah ini tercatat aktif dalam menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat. Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan kinerja terbaik di Indonesia dalam mendukung upaya peningkatan gizi anak dan keluarga.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dapur gizi yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi makanan sehat telah menjadi garda terdepan dalam mengatasi permasalahan kekurangan gizi dan stunting di berbagai kabupaten dan kota di Lampung. Program ini juga menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyampaikan bahwa dapur gizi beroperasi secara rutin di puskesmas dan posyandu. Kegiatan meliputi penyediaan makanan tambahan bergizi untuk balita, ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya. Selain itu, tenaga gizi juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan seimbang dan cara pengolahan makanan yang benar.
Capaian 69 persen dapur gizi aktif menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah daerah terus berupaya mendorong peningkatan jumlah dapur gizi aktif dengan memberikan pelatihan dan dukungan sarana prasarana di wilayah yang belum maksimal. Hal ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok desa.
Selain sektor kesehatan, berbagai lembaga dan organisasi masyarakat juga turut berperan dalam mendukung program pemenuhan gizi. Kolaborasi lintas sektor seperti Dinas Pertanian dan PKK menjadi kunci keberhasilan dalam penyediaan bahan pangan bergizi dan pelaksanaan kegiatan masak bersama yang melibatkan warga.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa upaya peningkatan status gizi masyarakat akan terus menjadi prioritas utama. Dengan semakin banyaknya dapur gizi yang aktif, diharapkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui komitmen yang kuat dan kerja sama lintas sektor, Lampung berpotensi menjadi contoh nasional dalam penanganan masalah gizi dan pemberdayaan masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa langkah nyata dan keberlanjutan program dapat membawa perubahan positif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.


0 comments:
Post a Comment